"Selamat Datang Di Fahriikurniiawan.blogspot.com,,,Mari Berbagi Inspirasi dan Pengalaman"

Senin, 11 Juni 2012

Fitrah



Mengetahui fitrah manusia dan kecenderungan untuk mengenal dan "mendapatkan" Allah SWT, tidaklah mungkin dilakukan melalui cara-cara yang langsung atau dengan penalaran langsung.

Salah satu cara mengetahui maksud2 alamiah fitrah adalah melalui serangkaian langkah sbb:
  1. Analisis aspek2 kodrat manusia yang berbeda-beda;
  2. Mempelajari hierarkhi yang terbaik dari penelitian korelasi antar aspek;
  3. Meneliti apakah manusia akan (lebih berkecenderungan) mengenal Allah bila memiliki / memanfaatkan dorongan yang berasal dari aspek-aspek yang tertinggi dari kodratnya tsb.

Cara yang lain ialah dengan meneliti seluruh gagasan dan keyakinan  tentang fitrah tsb, berikut asumsi dan prinsip2 dasar untuk memilah asumsi yang benar dari yang tidak benar. Adapun asumsi2 yang benar adalah yang sesuai dengan "kata hati" yang secara alamiah berasal dari fitrah (sbg inti dari sifat alamiah manusia, yang secara alamiah pula berkecenderungan mencari pengetahuan dan mengenal Allah SWT). Dengan demikian asumsi yang benar adalah asumsi yang tidak terbawa oleh pengaruh2 yang menyimpang dari kebenaran, sebaliknya justru dituntun oleh kebenaran itu sendiri.

Kutipan dari  "Manusia Menurut Al Ghazali" oleh Ali Issa Othman.

Rabu, 06 Juni 2012

JURNAL QUASI

Pengaruh Katarsis Dalam Menulis Ekspresif Terhadap Penurunan Kecemasan Menjelang Pengumuman Hasil Ujian Nasional Siswa SMP N 4 Banguntapan, Bantul

Andi Ferdana (10710027) Nafiah Suciyati (10710028) Linggarsari Devi (10710031) Fahri Kurniawan (10710036) Lintang Sukma. N (10710039)
Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga

Abstrak
Penelitian ini meniliti pengaruh katarsis dalam menulis ekspresif terhadap penurunan kecemasan menjelang pengumuman hasil ujian nasional pada siswa SMP N 4 Banguntapan, Bantul.Hipotesis penelitian adalah ada pengaruh katarsis dalam menulis ekspresif terhadap penurunan kecemasan menjelang pengumuman hasil ujian nasional pada siswa SMP N 4 Banguntapan, Bantul.Kecemasan subjek penelitian mengalami penurunan setelah diberi perlakuan berupa katarsis dalam menulis ekspresif. Sampel( N=9) adalah siswa yang mengalami kecemasan di atas rata-rata. Pemilihan subjek menggunakan metode sampling purposive. Pengambilan data melalui skala kecemasan yang disusun oleh peneliti.  Perlakuan yang diberikan adalah menulis kartasis dan menghasilkan data sebagai berikut mean pretest sebesar 42.4444 dan mean pada posttest 49.6667. Skor minimum kecemasan pada pretest adalah sebesar 46.00, sedangkan pada posttest adalah sebesar 33,00 Skor maksimum pada pretest adalah sebesar 57.00, sedangkan pada posttest adalah sebesar 50.00. uji hipotesis menghasilkan nilai sig sebesar 0,021<0,05 sehingga hipotesis diterima, dan dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh katarsis dalam menulis ekspresif terhadap penurunan kecemasan menjelang pengumuman hasil ujian nasional pada siswa SMP N 4 Banguntapan, Bantul. Terjadi penurunan tingkat kecemasan setelah diberikan perlakuan berupakatarsis dalam menulis ekspresif.

Kata Kunci :katarsis, menulis ekspresif, kecemasan



PENDAHULUAN

Secara umum rasa cemas dimiliki oleh setiap individu, kecemasan merupakan respon yang paling umum menyatakan kondisi waspada.Kecemasan menjelang pengumuman hasil ujian nasional merupakan salah satu fenomena yang sering dialami oleh siswa. Hasil ujian nasional selama ini merupakan hasil yang sangat ditunggu-tunggu  , karena hasil itu akan menjadi alat seorang siswa untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.
Hasil ujian nasional juga akan menentukan dimana seorang siswa akan melanjutkan sekolahnya. Jika hasilnya baik maka seorang siswa tersebut dapat melanjtkan ke sekolah yang termasuk sekolah unggulan di propinsi atau kabupatennya namun jika hasil ujian nasional siswa tersebut tidak terlalu memuaskan maka ia tidak akan bersekolah di sekolah unggulan tersebut. Sayangnya tenggang waktu antara pelaksanaan dengan pengumuman hasil ujian nasional memakan waktu yang lama sehingga siswa semakin lama menunggu.Menunggu pengumuman hasil ujian nasional bagi sebagian siswa adalah hal yang membuat mereka cemas.
Kecemasan berarti Cemas atau  anxiety merupakan emosi dasar, yang melukiskan kekhawatiran, kegelisahan dan ketakutan, yang akrab sekali dengan kehidupan Anda sehari-hari. Jika kecemasan ini dialami oleh siswa SMP yang notabene nya masih tergolong remaja dengan kondisi emosional yang masih labil ditakutkan akan menggangu perkembangan emosinya. Sehingga perlu usaha yang dipikirkan secara mendalam untuk menurunkan kecemasan yang ada.
Ada sebuah proses melepaskan emosi yang dirasakan yang disebut katarsis. Katarsis adalah metode psikologi (psikoterapi) yang menghilangkan beban mental seseorang dengan menghilangkan ingatan traumatisnya dengan membiarkannya menceritakan semuanya (JS Badudu, 2001). Katarsis ini diperlukan untuk melepaskan konflik-konflik di alam bawah sadar atau pengalaman traumatis misalnya perceraian, penyakit yang serius, perubahan dalam pekerjaan atau lingkungan pekerjaan, kematian seseorang yang dicintai, dan lainnya seperti kecemasan juga merupakan emosi dasar yang sangat akrab sekali dengan kita.
Menulis, dalam kaitan pokok tulisan ini, dimaknai sebagai medan untuk membebaskan diri dari gelora pikiran. Tidak seorang pun di dunia yang bisa bebas dari beban pikiran.Kita punya pertanyaan yang perlu dijawab, punya kebahagian yang perlu diungkap, punya kekesalan yang perlu dibuang. Menulis adalah satu dari sekian cara penyalurannya. Selain itu dalam blog nya Hezti hazrul mengatakan bahwa Menulis adalah teman curhat tanpa pembatas apa pun, menulis adalah psikolog paling damai, menulis adalah bapak kehidupan yang memelihara harta paling berharga, pikiran. Menulis adalah pembebas pikiran agar dapat berpikir lebih jernih.
Katarsis dalam menulis ekspresif merupakan proses penyingkapan emosi yang alamiah dan sebenarnya dengan mengubahnya menjadi bahasa tertulis. Dimungkinkan dengan menulis ekspresif bersifat katarsis ini kecemasan menjelang pengumuman ujian nasional akan menurun, sehingga keadaan mental psikologis pada siswa SMP akan membaik. Untuk membuktikannya maka peneliti tertarik untuk meneliti apakah katarsis dalam menulis ekspresif dapat menurunkan kecemasan menjelang pengumuman ujian nasional pada siswa SMPN 4 Banguntapan Bantul.

LANDASAN TEORI
1. Pengertian Kecemasan
Kecemasan adalah ketidak-mampuan individu dalam mengendalikan emosi dan perasan antara ketakutan dan kekhawatiran (Hyun, 1999), yang kuat serta meluap-luap (Chaplin (dalam Qonitatin,2011) yang menyebabkan kegelisahan irasional (Mcloone(dalam Qonitatin, 2011), dan perasaan tidak nyaman pada individu tersebut (Tell(dalam Qonitatin, 2011).Freud juga berpendapat bahwa kecemasan merupakan pengalaman subyektif individu mengenai ketegangan-ketegangan, kesulitan-kesulitan dan tekanan yang menyertai suatu konflik atau ancaman (Basuki(dalam Qonitatin,2011).

2. Ciri-ciri Orang Yang Mengalami Kecemasan
Seseorang dikatakan cemas atau mengalami kecemasan akan menunjukkan ciri-ciri kecemasan atau tanda-tanda yang bisa dilihat secara fisik atau psikologis. Winter (dalam Qonitatin, 2011) mengemukakan ada beberapa tanda-tanda kecemasan, yaitu:
a.       Merasa sesuatu yang tidak diinginkan atau sesuatu yang membahayakanakan terjadi
b.      Mulut kering, sukar menelan atau suara serak
c.       Denyut jantung atau laju pernapasan meningkat
d.      Gemetar
e.       Ketegangan otot, sakit kepala
f.       Berkeringat
g.      Mual, diare, berat badan menurun
h.      Sulit tidur
i.        Cepat marah
j.        Keletihan
k.      Mimpi buruk
l.        Masalah daya ingat

Sedangkan menurut Daradjad (Hidayat, 2008) membagi ciri-ciri kecemasan tersebut menjadi gejala kecemasan, yaitu :
a.       Gejala Psikologis
Merupakan gejala yang terkait dengan kondisi jiwa seseorang yang mengalami kecemasan meliputi perasaan gelisah, gugup, tegang, menyesal, risau, kacau, dan khawatir, perasaan tidak berguna, kehilangan gairah dan konsentrasi, yang biasanya dialami oleh orang yang sedang cemas.
b.      Gejala Fisiologis
Menyangkut kondisi badan atau tubuh seseorang yang cemas yang ditunjukan dari ekspresi, seperti gemetar, pucat, menggigit kuku, denyut jantung kencang, keluarnya keringat.

3. Aspek-aspek Kecemasan
Menurut Dacey ( dalam Qonitatin, 2011) dalam mengenali gejala kecemasan dapat di tinjau melalui tiga aspek, yaitu :
a.         Aspek Psikologis : berupa kegelisahan, gugup, tegang, cemas, rasa tidak aman, takut, cepat terkejut.
b.        Aspek Fisiologis : berupa jantung berdebar, keringat dingin pada telapak tangan, tekanan darah meninggi (mudah emosi), respon kulit terhadap aliran galvanis (sentuhan dari luar) berkurang, gerakan peristaltik (gerakan berulang-ulang tanpa di sadari) bertambah, gejala somatik atau fisik (otot), gejala somatic atau fisik (sensorik), gejala Respiratori (pernafasan), gejala Gastrointertinal (pencernaan),gejala Urogenital (perkemihan dan kelamin).
c.         Aspek Sosial :sebuah perilaku yang ditunjukkan oleh individu di lingkungannya. Perilaku itu dapat berupa: tingkahlaku (sikap) dan gangguan tidur.
4. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kecemasan
Menurut Hambly (dalam Hidayat, 2008) kecemasan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah religiusitas, religiusitas disini maksudnya adalah individu mempunyai kedekatan dengan Sang Pencipta.
Nevid, dkk (dalam Hidayat, 2008), membagi faktor-faktor kecemasan menjadi empat faktor, yaitu :
a.         Faktor Biologis
1)        Predisposisi genetis
2)        Iregularitas dalam fungsi neurotransmitter
3)        Abnormalitas dalamjalur otak yang member sinyal bahaya atau yang menghambat tngkah laku repetitif.
b.         Faktor Sosial Lingkungan
1)        Pemaparan terhadap peristiwa yang mengancan atau traumatis
2)        Mengamati respon takut pada orang lain
3)        Kurangnya dukungan sosial
4)        Tidak mantapnya nilai hidup yang diajarkan
c.         Faktor Behavioral
1)        Pemasangan stimuli aversif dan stimuli yang sebelumnya netral (classical conditioning)
2)        Kelegaan dari kecemasan karena melakukan ritual kompulsif atau menghindari stimuli fobik (operant conditioning)
3)        Kurangnya kesempatan untuk pemunahan (extinction) karena penghindaran terhadap objek atau situasi yang ditakuti
d.        Faktor Kognitif dan Emosional
1)        Konflik psikologis yang tidak terselesaikan
2)        Prediksi yang berlebihan tentang ketakutan, keyakinan yang irasional, sensitivitas yang berlebihan terhadap ancaman, dan self efficacy yang rendah.

5. Jenis-jenis Kecemasan
Kecemasan adalah fungsi ego untuk memperingatkan individu tentang kemungkinan datangnya suatu bahaya sehingga dapat disiapkan reaksi adaptif yang sesuai (Anggraeni, 2005).Ada tiga jenis kecemasan :
a.              Kecemasan realistic (realictic anxiety). Adalah takut kepada bahaya yang nyata ada di dunia luar. Kecemasan ini menjadi asal muasal timbulnya kecemasan neurotic dan kecemasan moral.
b.             Kecemasan neurotik (neurotic anxiety). Adalah ketakutan terhadap hukumanyang bakal diterima dari orangtua atau yang dianggapnya sebagai penguasa. Kalau seseorang itu meuaskan insting dengan caranya sendiri, maka yang diyakininya akan menuai hukuman.
c.              Kecemsan moral (moral anxiety). Adalah kecemasan moral yang timbul ketika orang melanggar standar nilai orangtua. Perbedaaan kecemasan moral dan kecemasan neurotik adalah perbedaan prinsipnya. Pada kecemasan moral orang tetap rasional dalam memikirkan masalahnya berkat enerji superego, sedangkan pada kecemasan neurotik, orang dalam keadaan distress terkadang panic sehingga mereka tidak dapat berpikir jelas dan energy id menghambat.

Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh katarsis dalam menulis ekspresifterhadap penurunan kecemasan menjelang pengumuman hasil ujian nasional pada siswa SMP N 4 Banguntapan, Bantul.
Hipotesis
Ada pengaruh katarsis dalam menulis ekspresif terhadap penurunan kecemasan menjelang pengumuman hasil ujian nasional pada siswa SMP N 4 Banguntapan, Bantul.Kecemasan subjek penelitian mengalami penurunan setelah diberi perlakuan berupa katarsis dalam menulis ekspresif.

METODE PENELITIAN

1.      Variable Penelitian
Variable yang di gunakan dalam penelitian ini adalah ; Dependent Variable ; Kecemasan Menghadapi Pengumuman Hasil Ujian Nasional. Independent Variable ;Katarsis dalam Menulis Ekspresif

2.      Definisi Operasional
Kecemasan menjelang pengumuman hasil ujian nasional adalah ketidak-mampuan individu dalam mengendalikan emosi dan perasan antara ketakutan dan kekhawatiran yang kuat serta meluap-luap mengenai hasil ujian nasional sehingga mengakibatkan kegelisahan irasional dan perasaan tidak nyaman pada individu tersebut. Kecemasan pada penelitian ini akan di ukur dengan skala kecemasan menjelang pengumuman hasil ujian nasional.
Katarsis dalam menulis ekspresif adalah suatu bentuk ekspresi katarsis dengan menggunakan proses pelepasan diri dari emosi yang ditekan, melibatkan perasaan alamiah sebenarnya dan mengubahnya menjadi bahasa oral atau tertulis. Subjek penelitian diminta menulis tentang pengalaman saat mengerjakan ujian sampai kepada perasaan dialami saat ini mengenai ujian tersebut dan menjelang pengumuman.

3.      Populasi dan Sample Penelitian
Populasi adalah keseluruhan obyek penelitian baik terdiri dari benda yang nyata, abstrak, peristiwa ataupun gejala yang merupakan sumber data dan memiliki karakter tertentu dan sama (Sukandarrumidi, 2004). Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP N 4 Banguntapan.
Sampel adalah bagian dari populasi yang memiliki sifat-sifat yang sama dari obyek yang merupakan sumber data (Sukandarrumidi, 2004).Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto, 2002). Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah non-random atau non-probabilitas. Yaitu teknik pengambilan sampel tidak random. Peneliti menggunakan sampling purposif, yaitu pemilihan sampel sesuai dengan yang dikehendaki. Sampel yang dikehendaki dalam penelitian ini antara lain : Siswa Kelas IX yang tidak termasuk dalam peserta try out skala kecemasan. Sampel penelitian ini adalah siswa-siswi kelas IX A SMP N 4 Banguntapan.

4.      Metode Pengumpulan Data
Peneliti melakukan serangkaian penelitian, pada hari Senin, 14 Mei 2012 peneliti melakukan try out di SMP N 4 Banguntapan. Setelah itu peneliti melakukan uji reabilitas, untuk mengetahui item yang gugur. Setelah dilakukan uji reabilitas, peneliti menyusun lagi skala kecemasan berdasar blue print yang baru. Hari senin, 21 Mei 2012 peneliti melakukan pre test dengan 25 siswa dengan skala kecemasan yang sudah diuji reliabilitasnya yaitu sebesar 0,888.
Setelah dilakukan scoring, terdapat 13 Siswa yang mengalami kecemasan menjelang pengumuman Ujian Nasional.Kami menggunakan kriteria rata-rata kelas. Diperoleh rata-rata 44,8. Skala kecemasan siswa yang diatas rata-rata kelas peneliti anggap siswa itu mengalami kecemasan.
Subjek adalah Siswa SMP N 4 Banguntapan, Bantul.Peneliti  melakukan treatment katarsis dalam menulis ekspresif. Subjek pada awalnya dikumpulkan pada satu ruangan.Setelah diberikan ice breaking subjek diminta membuka amplop yang sudah dibagikan peneliti. Kemudian subjek diminta menulis ekspresif perihal apa yang subjek rasakan dan subjek khawatirkan menjelang pengumuman ujian nasional. Subjek diberi waktu selama 20 menit.
5.      Teknik Analisis Data
Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan metode Wilcoxon signed rank Test dan menggunakan SPSS 16,0 for Windows.


HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Uji Hipotesis
Ada pengaruh katarsis dalam menulis ekspresif terhadap penurunan kecemasan menjelang pengumuman hasil ujian nasional pada siswa SMP N 4 Banguntapan, Bantul.Kecemasan subjek penelitian mengalami penurunan setelah diberi perlakuan berupa katarsis dalam menulis ekspresif.Berdasarkan hasil olah data menggunakan SPSS dengan teknik analisis data Wilcoxon Signed Rank, dalam tabel descriptive statistics, diperoleh mean pada pretest sebesar 42.4444 dan mean pada posttest 49.6667. Skor minimum kecemasan pada pretest adalah sebesar 46.00, sedangkan pada posttest adalah sebesar 33,00 Skor maksimum pada pretest adalah sebesar 57.00, sedangkan pada posttest adalah sebesar 50.00. Berdasarkan perbedaan mean, skor minimum, dan skor maksimum antara prestest dan posttest, diketahui bahwa skor yang diperoleh pada posttest lebih rendah dibandingkan skor yang diperoleh pada pretest. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terjadi penurunan kecemasan setelah diberikan perlakuan.
Pada tabel ranks (posttest – pretest), diperoleh negative ranks (posttest < pretest)sebanyak 8 orang, positive ranks (posttest > pretest) sebanyak 1 orang, dan tidak ada subjek yangties (posttest = pretest) . Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat 8 subjek yang mengalami penurunan tingkat kecemasan, 1 subjek yang mengalami peningkatan tingkat kecemasan, dan  tidak ada yang tidak mengalami perubahan.
Pada tabel Test Statistics, diperoleh nilai z = -2,312 dan nilai Asymp.Sig. (2-tailed) sebesar 0,021. Nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05), sehingga hipotesis diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh katarsis dalam menulis ekspresif terhadap penurunan kecemasan menjelang pengumuman hasil ujian nasional pada siswa SMP N 4 Banguntapan, Bantul.Kecemasan subjek penelitian mengalami penurunan setelah diberi perlakuan berupa katarsis dalam menulis ekspresif.
2. Pembahasan
Kecemasan adalah ketidak-mampuan individu dalam mengendalikan emosi dan perasan antara ketakutan dan kekhawatiran (Hyun, 1999), yang kuat serta meluap-luap (Chaplin, 2006) yang menyebabkan kegelisahan irasional (Mcloone, 2006), dan perasaan tidak nyaman pada individu tersebut (Tell, 2010).Kecemasan yang dihadapai subjek penelitian ini adalah kecemasan menjelang pengumuman hasil ujian nasional. Sebagai contohnya adalah Kh siswa SMP yang cemas dengan hasil ujian nya yang sudah diperkirakannya tidak akan begitu memuaskan.
Katarsis dalam Menulis Ekspresif adalah suatu bentuk ekspresi katarsis dengan menggunakan proses pelepasan diri dari emosi yang ditekan, melibatkan perasaan alamiah sebenarnya dan mengubahnya menjadi bahasa oral atau tertulis.
Didukung oleh jurnal penelitian Qonitatin,Widyawati, dan Asih, 2011,bahwa katarsis dalam menulis ekspresifdapat menurunkan tingkat depresi maka kami selaku peneliti memilih katarsis dalam menulis ekspresif dalam menurunkan kecemasan menjelang pengumuman hasil ujian nasional. Penelitian menggunakan katarsis dalam menulis ekspresif sebagai perlakuan dikarenakan adanya penyingkapan emosi yang dialami pada menulis pengalaman emosional sebagai faktor yang menghasilkan efek teraupetik. Sebaliknya, menulis hal-hal yang tidak sampai melibatkan unsur emosi di dalamnya, seperti membuat deskripsi mengenai kegiatan sehari-hari atau deskripsi suatu tempat misalnya, tidak menghasilkan efek yang sama. (Qonitatin, 2011).
Peneliti menggunakan skala yang mengungkap kecemasan seseorang menjelang pengumuman hasil ujian nasional. Dalam skala ini terdapat pilihan jawaban pada masing-masing aitem terdiri dari lima kategori : Sangat Sesuai (SS), Sesuai (S), Netral (N), Tidak Sesuai (TS), Sangat Tidak Sesuai (STS). Persebaran aitem pada saat try out digambarkan pada table berikut :
Aspek
Indikator
Aitem
Jumlah
Favorable
Unfavorable
Aspek Psikologis
1. Kegelisahan
2. Gugup
3. Tegang
4. Rasa tidak aman
5. Takut
6. Cepat terkejut
1, 17
2, 18
3, 19
4, 20
5, 21
6, 22
33, 49
34, 50
35, 51
36, 52
37, 53
38, 54
4
4
4
4
4
4
Aspek Fisiologis
1. Jantung berdebar
2. Keringat dingin pada telapak tangan
3. Respon kulit berkurang terhadap sentuhan dari luar
4. Tekanan darah meninggi (mudah emosi)
5. Gerakan berulang-ulang tanpa disadari
6. Pegal
7. Pernapasan terganggu
8. Pencernaan terganggu
7, 23
8, 24

9, 25


10, 26


11, 27


12, 28
13, 29

14, 30
39, 55
40, 56

41, 57


42, 58


43, 59


44, 60
45, 61

46, 62
4
4

4


4


4


4
4

4
Aspek Sosial
1. Sikap dingin terhadap orang lain
2. Gangguan tidur
15, 31
16, 32
47, 63
48, 64
4
4
Jumlah
16
32
32
64
     Peneliti melakukan Try out kepada 30 orang. Setelah try out dilakukan terdapat 25 aitem sahih dan 39 aitem yang dinyatakan gugur. Dengan α 0,888. Persebaran aitem setelah dilakukan try out, yang peneliti gunakan sebagai pre test persebaran aitemnya sebagai berikut :
Aspek
Indikator
Aitem
Jumlah
Favorable
Unfavorable
Aspek Psikologis
1. Kegelisahan
2. Gugup
3. Takut
1
2,7
9, 18
14, 19
21
3
4
1
Aspek Fisiologis
1. Jantung berdebar
2. Keringat dingin pada telapak tangan
3. Tekanan darah meninggi (mudah emosi)
4. Pegal
5. Pernapasan terganggu
6. Pencernaan terganggu
3
8

13


4, 10


5, 11
22
15, 23




25

2
3

1


2
3
3

Aspek Sosial
1. Sikap dingin terhadap orang lain
2. Gangguan tidur
6

12


20
1

2
Jumlah
11
12
13
25

Berikut ini adalah tabel dari uji hipotesis dengan Wilcoxon signed rank Test dan menggunakan SPSS 16,0 for Windows :
Test Statisticsb

Pretest-posttest
Z
-2.312
Asymp. Sig. (2-tailed)
.021

Berdasarkan tabel Test Statistics, diperoleh nilai z = -2,312 dan nilai Asymp.Sig. (2-tailed) sebesar 0,021. Nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05), sehingga hipotesis diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh katarsis dalam menulis ekspresif terhadap penurunan kecemasan menjelang pengumuman hasil ujian nasional pada siswa SMP N 4 Banguntapan, Bantul.Kecemasan subjek penelitian mengalami penurunan setelah diberi perlakuan berupa katarsis dalam menulis ekspresif.
Dalam penelitian ini, juga terdapat subjek yang mengalami penurunan tingkat kecemasan. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain sebagai berikut, ruang laboratorium yang memadai, building raport yang baik, suasana yang kondusif, subjek benar–benar menuliskan apa yang dikhawatirkan, dan penelitian disesuaikan dengan waktu luang subjek.


KESIMPULAN & SARAN
1. Kesimpulan
Berdasarkan analisis yang sudah dipaparkan di atas didapatkan hasil sebagai berikut mean pada pretest sebesar 42.4444 dan mean pada posttest 49.6667. Skor minimum kecemasan pada pretest adalah sebesar 46.00, sedangkan pada posttest adalah sebesar 33,00 Skor maksimum pada pretest adalah sebesar 57.00, sedangkan pada posttest adalah sebesar 50.00, dan nilai sig berdasar perhitungan SPSS adalah 0,021<0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian diterima, yaitu ada pengaruh katarsis dalam menulis ekspresif terhadap penurunan kecemasan menjelang pengumuman hasil ujian nasional pada siswa SMP N 4 Banguntapan, Bantul. Kecemasan subjek penelitian mengalami penurunan setelah diberi perlakuan berupa katarsis dalam menulis ekspresif.Penelitian ini dapat diterapkan untuk sekolah guna menurunkan kecemasan murid-murid dalam menunggu pengumuman ujian.

2. Saran
A.       Untuk Testee
Saran untuk testee adalah terapkan menulis katarsis lebih sering untuk menurunkan kecemasan menunggu pengumuman, walaupun menunggu pengumuman mempunyai waktu yang lama sebaiknya bentuklah komunitas positif yang mampu memberikan manfaat bagi dirinya dan orang lain.

B.       Untuk Peneliti
Untuk peneliti adalah mengkondisikan testee harus lebih baik lagi, jangan sampai testee menunggu, menciptakan suasana lebih kondusif agar testee tidak bosan saat mengikuti penelitian.

C.       Untuk Peneliti Selanjutnya
Untuk peneliti selanjutnya adalah mengembangkan penelitian dengan menggunakan perlakuan lain yang serupa untuk mengetahui pengaruh penurunan kecemasan menunggu pengumuman ujian. Skala yang digunakan mungkin masih belum komprehensif, maka sempurnakan skala pengukuran yang lebih baik. Sebelum melakukan penelitian sebarlah angket sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan hasil yang lebih baik pula.

Daftar Pustaka


Hidayat, M .(2008). Hubungan Antara Religiusitas Dengan Kecemasan Menghadapi Masa Depan Pada Survivour Gempa Bumi DIY. Skripsi.Progam Studi Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta.
Latipun.(2006). Psikologi Eksperimen.Malang : UMM Press.
Anggreini, T. (2005).Hubungan antara Kecemasan dalam Menghadapi Mata Pelajaran Matematika Dengan Prestasi Akademik Matematika pada Remaja.Skripsi.Program Studi Psikologi Fakultas psikologi universitas Gunadarma.
Qonitatin, N,dkk. (2011). Pengaruh Katarsis Dalam Menulis Ekspresif Sebagai Intervensi Depresi Ringan Pada Mahasiswa.Jurnal.  Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro.Vol. 9, No.1, April 2011.

 
© Copyright 2010 _Fahri kurniawan_
Theme by Fahri Kurniawan